Riset Konservasi Warisan Budaya 2025

Triadic Value Ecology:
Menuju Resiliensi Naratif dalam Konservasi Global South

Menyintesis potensi pengembangan teori konservasi masa depan melalui kerangka kerja yang menggeser fokus dari integritas material absolut menuju keseimbangan data kuantitatif, resiliensi lingkungan, dan mediasi naratif.

1.

Ringkasan Eksekutif

Laporan ini menyintesis potensi pengembangan teori konservasi masa depan melalui kerangka "Triadic Value Ecology" (TVE). Paradigma ini menggeser fokus dari integritas material absolut (seperti yang ditekankan pada Piagam Venesia) menuju keseimbangan antara metrik kuantitatif, resiliensi lingkungan, dan mediasi naratif.

"Di Global South, laju kerusakan material akibat krisis iklim seringkali melampaui kapasitas preservasi fisik, menuntut pendekatan baru yang berbasis pada resiliensi nilai daripada sekadar fisik bangunan."

Data menunjukkan integrasi metode Principal Component Analysis (PCA) dan Structural Equation Modeling (SEM) memungkinkan validasi signifikansi sosial warisan budaya di daerah marginal dalam bahasa kebijakan yang terukur.

2.

Pendahuluan

Teori konservasi konvensional telah lama didominasi oleh doktrin Eurosentris yang menekankan pada autentisitas material. Namun, memasuki pertengahan dekade 2020-an, tantangan di Global South—terutama dampak kenaikan air laut dan marginalitas urban—menuntut redefinisi nilai warisan budaya. Kasus Spoorlaan-Kemijen 2025 menjadi titik balik kritis.

Dimensi Metrik

PCA & SEM

Dimensi Resiliensi

Adaptasi Lingkungan

Dimensi Mediasi

Narasi & Memori

3.

Temuan Kunci

3.1. Visualisasi Paradigma TVE

Gambar 1: Perbandingan Fokus Doktrin Konservasi (Skala Prioritas 1-10)

Pergeseran Paradigma

Konservasi beralih dari "fetishisme artefak"—pemujaan berlebihan terhadap fisik—menuju "ekologi nilai" yang lebih cair, di mana nilai warisan dipindahkan ke ruang naratif-sosial saat fisik bangunan tak terselamatkan.

Tantangan Metrik (PCA/SEM)

Integrasi statistik dalam warisan budaya adalah "pedang bermata dua". PCA mereduksi kompleksitas namun berisiko generalisasi, sementara SEM memerlukan data besar di komunitas marginal.

4.

Analisis Komparatif Global

Fitur Piagam Venesia (1964) Burra Charter (2013) TVE Framework
Fokus Integritas Material Signifikansi Sosial Ekologi Nilai (Tiga Pilar)
Krisis Iklim Tidak diantisipasi Adaptasi Minimal Inti Eksistensi (Resiliensi)
Metodologi Historis-Arsitektural Kualitatif-Sosial Mixed-Methods (PCA/SEM)

Analisis kritis menunjukkan TVE lebih adaptif untuk konteks Submerged Heritage di masa depan.

5.

Studi Kasus: Kemijen 2025

Stasiun Samarang NIS di Kemijen mewakili fenomena "warisan yang tenggelam" (*submerged heritage*). Di wilayah ini, resiliensi bukan lagi tentang memompa air keluar, tetapi bagaimana warisan tetap hidup secara simbolis saat terendam.

  • Keterikatan emosional kuat pada sisa fisik bangunan yang mulai hilang.
  • Resiliensi didukung mediasi dokumentasi digital dan tradisi lisan.
  • Integrasi masyarakat marginal dalam pelestarian nilai.

Status 2025: Spoorlaan-Kemijen

Inundasi Rob Extreme
Resiliensi Material Low
Resiliensi Naratif High (TVE Model)
6.

Kesimpulan & Outlook

  • 1

    Validitas Teori TVE

    Berhasil menjawab tantangan warisan yang tenggelam dengan memindahkan fokus dari objek ke hubungan ekologis antara nilai, data, dan daya tahan masyarakat.

  • 2

    Framing Publikasi Data

    Penggunaan PCA/SEM memberikan bobot saintifik pada narasi sosial yang sering diabaikan, memungkinkan suara masyarakat marginal terdengar melalui data.

  • 3

    Masa Depan Konservasi

    Bukan lagi tentang "mencegah perubahan", tetapi tentang "mengelola transformasi" melalui mediasi yang kuat saat materialitas fisik hilang.

7.

Metodologi Penelitian

Agen 1: Teori & Debat

Menganalisis pergeseran paradigma dari 'fetishisme artefak' ke 'ekologi nilai'. Membandingkan TVE dengan Piagam Venesia dan Burra Charter.

Agen 2: Metrik & Kuantifikasi

Menyelidiki integrasi PCA dan SEM dalam studi warisan budaya. Fokus pada framing 'tantangan' vs 'hambatan' metodologis.

Agen 3: Krisis Iklim

Mengkaji relevansi TVE pada fenomena submerged heritage dan marginalitas urban di Stasiun Samarang NIS Kemijen.

8.

Sumber & Referensi

Global South Heritage Paradigms

Analisis paradigma warisan budaya di wilayah Global South.

Metrics in Cultural Studies

Penggunaan metrik kuantitatif dalam studi kebudayaan.

Spoorlaan-Kemijen Case Study 2025

Laporan khusus kondisi Stasiun Samarang NIS di Kemijen.

Climate Crisis and Submerged Cities

Studi tentang kota-kota yang tenggelam akibat krisis iklim 2025.